Cari artikel lain

"Semoga artikel berikut dapat memberikan manfaat bagi Anda"
"Banyak cara untuk saling memberi kepada sesama"
"Mari saling berbagi, semoga damai selalu bersama kita. Amiin"

Senin, 18 Juli 2011

BUDIDAYA KACANG TANAH

Kacang tanah, kacang una, suuk, kacang jebrol, kacang bandung, kacang tuban, kacang kole, kacang banggala (bahasa Yunani: Arachis hypogaea L., bahasa Inggris: peanut, groundnut) merupakan tanaman polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae, kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah merupakan sejenis tanaman tropika. Ia tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dan mengeluarkan daun-daun kecil.
Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bogor, Voandziea subterranea yang buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah. Jika buah yang masih muda terkena cahaya, proses pematangan biji terganggu.
Sejarah
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan tepatnya adalah Brazillia, namun saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis Masuknya kacang tanah ke Indonesia pada abad ke-17 diperkirakan karena dibawa oleh pedagang-pedagang Spanyol,Cina,atau Portugis sewaktu melakukan pelayarannya dari Meksiko ke Maluku setelah tahun 1597 Pada tahun 1863 Holle memasukkan Kacang Tanah dari Inggris dan pada tahun 1864 Scheffer memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir Republik Rakyat Cina dan India kini merupakan penghasil kacang tanah terbesar dunia.
Pemanfaatan
Tanaman Kacang tanah bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak, sedang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber protein nabati , minyak dan lain-lain.
Sebagai tanaman budidaya, kacang tanah terutama dipanen bijinya yang kaya protein dan lemak. Biji ini dapat dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng, atau disangrai. Di Amerika Serikat, biji kacang tanah diproses menjadi semacam selai dan merupakan industri pangan yang menguntungkan. Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar 10% pasaran minyak masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. Selain dipanen biji atau polongnya, kacang tanah juga dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makanan ternak atau merupakan pupuk hijau.
Jenis Tanaman
Kacang tanah budidaya di Indonesia dibagi menjadi dua tipe
* tipe tegak
Jenis Kacang ini tumbuh lurus atau sedikit miring keatas, buahnya terdapat pada ruas-ruas dekat rumpun, umumnya pendek genjah dan kemasakan buahnya serempak.
* tipe menjalar.
Jenis ini tumbuh kearah samping, batang utama berukuran panjang, buah terdapat pada ruas-ruas yang berdekatan dengan tanah dan umumnya berumur panjang. Tipe menjalar lebih disukai karena memiliki potensi.
Kandungan Gizi
Kacang tanah kaya dengan lemak, mengandungi protein yang tinggi, zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan Fosforus, vitamin A dan K, lesitin, kolin dan kalsium. Kandungan protein dalam kacang tanah adalah jauh lebih tinggi dari daging, telur dan kacang soya. Mempunyai rasa yang manis dan banyak digunakan untuk membuat beraneka jenis kue.
Kacang tanah juga dikatakan mengandung bahan yang dapat membina ketahanan tubuh dalam mencegah beberapa penyakit. Mengkonsumsi satu ons kacang tanah lima kali seminggu dilaporkan dapat mencegah penyakit jantung. Kacang tanah bekerja meningkatkan kemampuan pompa jantung dan menurunkan resoki penyakit jantung koroner. Memakan segenggam kacang tanah setiap hari terutama pesakit kencing manis dapat membantu kekurangan zat.
Kacang tanah mengandung Omega 3 yang merupakan lemak tak jenuh ganda dan Omega 9 yang merupakan lemak tak jenuh tunggal. Dalam 1 ons kacang tanah terdapat 18 gram Omega 3 dan 17 gram Omega 9. Kacang tanah mengandung fitosterol yang justru dapat menurunkan kadar kolesterol dan level trigliserida, dengan cara menahan penyerapan kolesterol dari makanan yang disirkulasikan dalam darah dan mengurangi penyerapan kembali kolesterol dari hati, serta tetap menjaga HDL kolesterol. Kacang tanah juga mengandung arginin yang dapat merangsang tubuh untuk memproduksi nitrogen monoksida yang berfungsi untuk melawan bakteri tuberkulosis.
Kajian-kajian menunjukkan kacang tanah dapat sebagai penurun tekanan darah tinggi dan juga kandungan kolestrol dalam darah, berkesan untuk melegakan penyakit hemofilia atau kecenderungan mudah berdarah, penyakit keputihan dan insomnia. Namun Kacang tanah sangat dicegah pada mereka yang menghadapi penyakit jenis kanker payudara dan yang mempunyai masalah jerawat atau acne juga dinasihatkan berhenti mengonsumsi kacang tanah.
Sumber : wikipedia

PEDOMAN TEKNIS
Persyaratan Tumbuh :
Tumbuh baik pada ketinggian 0 - 500 m dpl. Struktur tanah gembur dan drainase baik. Keasaman (pH) tanah antara 6-6.5 Dalam masa pertumbuhan memerlukan cahaya matahari yang cukup. Tanaman yang masih muda membutuhkan air cukup untuk pertumbuhan dan setelah berumur 2,5 bulan pemberian air dikurangi.
Benih :
Varietas unggul yang dianjurkan antara lain : Gajah, Macan, Banteng, Kidang, Tapir. Varietas-varietas ini tahan terhadap penyakit layu, karat dan bercak daun.
Penyiapan lahan :
Lahan bekas penanaman padi tidak perlu diolah Buat saluran drainase berjarak 3-4 meter membujur searah dengan barisan tanaman. Lebar saluran 30 cm dan dalam 25 cm.
Waktu Tanam :
Penanaman dilaukan segera setelah panen padi, yaitu tidal kebih dari 7 hari setelah panen. Perlu diupayakan supaya penanaman tanaman dilakukan serentak pada suatu hamparan.
Cara Tanam
Biji ditugalkan dengan kedalaman 3 cm Jumlah biji per lobang : 2 butir Jarak tanam 40x20 cm atau 30x20 cm.
Pemeliharaan
  1. Pemupukan
    Dosis pemupukan yang dianjurkan setiap hektar adalah: Urea=50kg, Sp-36=112,5kg dan KCl=50kg. Pupuk diberikan pada umur 10-15 hari setelah tanam dengan cara ditebar pada larikan antara barisan. Semua pupuk diberikan sekaligus.
  2. Pengairan
    Tanaman kacang tanah perlu diari sampai umur 2,5 bulan, yaitu mulai dari fase berkecambah sampai dengan fase pengisian polong. Pemberian air dilakukan tiap 2 minggu sekali.
  3. Penyiangan
    Penyiangan dilakukan pada umur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Jangan melakukan penyiangan pada saat tanaman sedang berbunga karena dapat mengganggu proses pembuahan.
  4. Pengendalian hama dan penyakit
    Pengendalian hama dan penyakit hendaknya dengan prinsip pengendalian terpadu.
    Hama yang sering menyerang adalah :
    • Penggerek daun (Stomopteryx subsecivella)
    • Pengisap daun (Empoasca)
    • Kutu daun/Tungau (Tetranychus bimaculatus)
    Penyakit yang sering menyerang :
    • Penyakit layu (Bacterial wilt)
    • Bercak daun (Leaf spot)
    • Sapu (Virus)
    • Mosail (Mozaik disease)
    • Cendawan akar (Sclerotical blight)
Panen
Tanaman kacang tanah sudah bisa dipanen pada umur 100-110 hari dengan tanda-tanda : kulit polong mengeras dan berwarna kehitaman, polong berisi penuh, kulit biji tipis mengkilat dan tidak berair, sebagian besar daun telah rontok.
Analisa Ekonomi (Hasil Studi Kasus)
Produksi yang dicapai dari hasil penerapan teknologi anjuran budidaya kacang tanah tanpa oleh tanah setelah padi sawah yang dilaksanakan pada MK II tahun 1995 di lahan Kelompok Tani Pancor Tunas Urip, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah mencapai rata-rata 3,2 ton polong kering per hektar dengan analisa biaya dan keuntungan sebagai berikut:
  1. Biaya produksi per hektar :
    Benih 200 kg @ Rp. 1.200,-                                    = Rp. 240.000,-
    Pupuk :
    • Urea 50 kg @ Rp. 260,-                                 = Rp.   13.000,-
    • SP-36, 112,3 kg @ Rp. 420,-                          = Rp.   47.250,-
    • KCl 50 kg @ Rp. 420,-                                   = Rp.   21.000,-
    Pembuatan saluran drainase 20 HKSP @ Rp. 2000   = Rp.   40.000,-
    Penanaman 23 HKSP @ Rp. 2000,-                         = Rp.   40.000,-
    Pemupukan 4 HKSP @ Rp. 2000,-                           = Rp.     8.000,-
    Penyiangan I + II, 40 HKSP @ Rp. 2000,-                 = Rp.    80.000,-
    Panen dan prosesing 75 HKSP @ Rp. 2000,-            = Rp.  150.000,-
    Jumlah (1) = Rp. 645.250,-
    1. Biaya tetap
      Sewa tanah                                                            = Rp. 450.000,-
      Iuran, pajak, penyusutan, bunga dan lain-lain             = Rp. 143.295,-
        Jumlah (2)    = Rp. 593.295,-
        Total biaya (1 + 2)                      = Rp. 1.238.545
      1. Nilai produksi (3.200 kg x Rp. 1.100)                         = Rp. 3.520.000,-
      2. Pendapatan bersih usahatani (nilai produksi dikurangi biaya produksi)                                    = Rp. 2.281.455,-

      1. B/C ratio  = 2,84
      Sumber : deptan


      Kacang tanah
      Arachis hypogea
      Arachis hypogea
      Klasifikasi ilmiah
      Kerajaan: Plantae
      Divisi: Tracheophyta
      Upadivisi: Angiospermae
      Kelas: Magnoliophyta
      Ordo: Leguminales
      Famili: Papilionaceae
      Upafamili: Faboideae
      Bangsa: Aeschynomeneae
      Genus: Arachis
      Spesies: Arachis hypogeae L.
      Arachis tuberosa Benth.
      Arachis guaramitica Chod & Hassl.
      Arachis idiagoi Hochne.
      Arachis angustifolia (Chod & Hassl) Killip.
      Arachis villosa Benth.
      Arachis prostrata Benth.
      Arachis helodes Mart.
      Arachis marganata Garden.
      Arachis namby quarae Hochne.
      Arachis villoticarpa Hochne.
      Arachis glabrata Benth.
      Nama binomial
      Arachis hypogaea
      L.
      Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
      Foto Saya

      Baik Hati, Tidak Sombong, Berbakti pada Ibu/Bapak, Hormat pada Sesama, Suka Menolong, Rajin Menabung, dan Enteng Jodoh....Heeeee....