Cari artikel lain

"Semoga artikel berikut dapat memberikan manfaat bagi Anda"
"Banyak cara untuk saling memberi kepada sesama"
"Mari saling berbagi, semoga damai selalu bersama kita. Amiin"

Jumat, 21 September 2012

Budidaya Walet atau Burung Walet

Deskripsi
Burung walet (Collacalia fuciphagaadalah burung dari keluarga Apodidae. Burung ini mirip dengan burung layang-layang, namun sebenarnya sama sekali tidak memiliki hubungan kekerabatannya dengan spesies burung pengicau. Burung walet lebih masuk dalam ordo Apodiformes, satu ordo dengan burung kolibri.
Kemiripan antara burung walet dengan burung layang-layang merupakan akibat dari evolusi konvergen, dimana kedua jenis burung memiliki gaya hidup yang sama, yakni menangkap serangga pada saat terbang. Nama keluarga Apodidae diambil dari bahasa Yunani kuno απους, apous, yang berarti "tanpa kaki". Hal ini disebapkan burung walet memiliki kaki yang sangat pendek, dan sangat jarang berdiri di tanah, melainkan lebih suka menggantung di permukaan yang tegak lurus.

Kamis, 13 September 2012

Budidaya Kelinci

Deskripsi
Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu). Asal kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara mula mengenali kelinci saat masa kolonial, padahal di Pulau Sumatera ada satu spesies asli kelinci sumatera ( Nesolagus netscheri ) yang baru ditemukan pada tahun 1972. 
Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut trewelu dan sebagainya.

Selasa, 04 September 2012

Budidaya Tanaman Som Jawa "Talinum Paniculatum"


I. PENDAHULUAN
A. Sejarah Som Jawa
Som Jawa (Talinum paniculatum (Jacq) Gaertn) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropis yaitu Amerika Tenggara dan Selatan, yang tumbuh pada ketinggian 5-1.250 m diatas permukaan laut. Di Jawa ditanam sebagai tanaman tanaman obat, tanaman hias dan kadang-kadang merupakan tanaman liar. Som Jawa adalah terna tahunan yang tumbuh tegak, akarnya berdaging tebal, biasa dipergunakan sebagai pengganti Kolesom.Som Jawa merupakan salah satu tanaman obat yang akar dan daunnya mempunyai banyak khasiat sebagai obat tradional.

Akarnya dapat digunakan sebagai tonikum, aphrodisiac/obat kuat, batuk-batuk, radang paru-paru, diare, haid tidak teratur, keputihan dan dapat memperbanyak ASI. Sedangkan daun segarnya dapat dipergunakan sebagai lalapan, sayur tumis, memperlancar ASI, untuk obat bisul dan pembengkakan (anti radang).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Foto Saya

Baik Hati, Tidak Sombong, Berbakti pada Ibu/Bapak, Hormat pada Sesama, Suka Menolong, Rajin Menabung, dan Enteng Jodoh....Heeeee....