Cari di Blog Ini

"Semoga artikel berikut dapat memberikan manfaat bagi Anda"
"Banyak cara untuk saling memberi kepada sesama"
"Mari saling berbagi, semoga sukses dan sehat selalu serta dalam keberkahan. Amiin"

Selasa, 20 September 2011

Budidaya Lengkeng

Tanaman Buah dalam Pot
Lengkeng merupakan tanaman keras mempunyai batang dan kayu yang kuat, sistem perakaran sangat luas dan mempunyai akar tunggang yang sangat dalam (terutama tanaman lengkeng yang berasal dari biji), sehingga sangat tahan terhadap kekeringan dan tidak mudah roboh. baca juga deskripsi tentang LENGKENG.

Syarat Tumbuh
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.

Pedoman Budidaya
 

Pemilihan Bibit
Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan karena umur berbuahnya cukup lama (lebih dari 10 tahun). Selain itu, bibit dari biji sering tumbuh menjadi lengkeng jantan yang tidak mampu berbuah. Bibit okulasi/cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun. Namun kini dengan teknik dan cara yang terampil hasil olahan bibit lengkeng sudah dapat belajar berbuah mulai dari umur 6 bulan dan rata-rata pada umur 1 tahun sudah bisa dipanen hasilnya. (bagi para pembaca yang berminat budidaya lengkeng atau ingin menanam lengkeng dalam pot, untuk mendapatkan bibit lengkeng yang cepat berbuah bisa menghubungi saya. Tersedia bibit lengkeng siap tanam seharga Rp.50.000,-). Budidaya lengkeng relatif sangat mudah dalam pengolahan dan pemeliharaanya.

Pegolahan Media Tanam

Pada dasarnya sama dengan yang diterapkan pada skala rumah tangga. Hanya di sini, penggunaan pupuk kandang dapat perhatian lebih, dimana di tahap awal penanaman pemberian pupuk kandang penting untuk diterapkan di media tanam. Kandungan unsur yang terurai dalam hara, berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. Selebihnya media pasir, tanah liat, dan sekam bisa dikombinasikan.
Jarak penanaman pada Budidaya Lengkeng, jarak tanam sekitar 8 m x 10 m (atau bisa kurang), lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg.

Pemeliharaan 
Penyiraman bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air jangan sampai menggenangi tanaman.
Penggemburan diusahakan agar media tanam tidak memadat karena akan menghambat pertumbuhan akar. Pemadatan media biasanya terjadi karena penyiraman yang berlebihan. Setelah itu, lakukan penggemburan dengan menggunakan sekop kecil. Hati-hati, jangan sampai merusak akarnya.

Pemeliharaan penting lainnya adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Biasanya tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar. Namun itu tergantung pengolahan dan pemeliharaan tanaman, terbukti tanaman lengkeng yang saya olah dalam drum dapat berbuah tidak mengenal musim.

Hama dan Penyakit
Hama yang biasa menyerang tanaman lengkeng adalah serangga pengisap buah (Tessaratoma javanica). Kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang matang. Penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah mildu seperti yang menyerang tanaman rambutan. Untuk mencegah serangan kelelawar, pentil buah dibrongsong dengan brongsong yang dibuat khusus.

Panen dan Pasca Panen
 Lengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam.
Pemanenan buah dilakukan saat pagi hari untuk mengurangi penguapan air dari buah dan menghindari panas karena sengatan matahari. Panen saat hari hujan juga sebaiknya dihindari. Kerusakan buah saat panen dapat mempercepat proses pembusukan buah, karena itu proses pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati.Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis. Pemasaran buah lengkeng kini sangat gampang karena stok lengkeng di pasar tradisional maupun pasar modern masih kekurangan. Peminat buah lengkeng juga sangat banyak, karena lengkeng merupakan salah satu buah yang sangat lezat.

6 komentar :

  1. Yth. Mang Tolib

    Terima ksih banyak atas infonya di Blog ini, sy sangat tertarik untuk membudidayakan tanaman Lengkeng di Kampung saya. Kebetulan sy memiliki lahan kebun seluas 20 are (2.000 m2).

    Untuk memperoleh bibit caranya gimana?

    Terima ksih sblumnya.

    Salam,


    Mardi Lanta
    Makassar

    BalasHapus
    Balasan
    1. bibitnya sudah banyak di para pengolah tanaman gan...atau di tempat2 penjualan bibit2 tanaman...
      kalau di Jawa Barat sudah sangat banyak gan namun saya kurang tau kalo daerah makassar...
      Terima kasih sudah berkunjung...
      Salam Tani Indonesia...
      Semoga Sukses Selalu...

      Hapus
  2. selamat siang...
    aku mau tanya,aku punya pohon lengkeng tp sudah 5thn belum berbuah juga yah?ada yg bilang harus ada pohon perempuan/laki apa benar?terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. lengkeng daro perbanyakan biji, cangkok, atau apa gan...?
      Kalo dari biji biasanya sampai 15 tahunan baru berbuah...

      Salam Tani Indonesia...
      Semoga Sukses Selalu...

      Hapus
  3. Saya minta izin untuk mengkopi tulisannya, akan dimuat pada blog saya http://serumpunlubai.blogspot.com ... thank ya pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh gan, semoga saja bermanfaat bagi halayak banyak...

      terima kasih juga atas kunjungannya...
      Salam Tani Indonesia...
      Semoga Sukses Selalu...

      Hapus