Cari di Blog Ini

"Semoga artikel berikut dapat memberikan manfaat bagi Anda"
"Banyak cara untuk saling memberi kepada sesama"
"Mari saling berbagi, semoga sukses dan sehat selalu serta dalam keberkahan. Amiin"

Rabu, 13 Januari 2021

Belajar Budidaya Jambu Biji Kristal atau Jambu Biji Mutiara

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh, sampurasun baraya amang. 
Jambu biji kristal atau sering disebut juga jambu biji mutiara saat ini masih menjadi komoditas buah yang banyak digemari masyarakat, hal ini karena jenis jambu biji ini memang unik karena walaupun disebut dengan jambu biji akan tetapi bijinya hanya sedikit saja, lebih tebal daging buahnya, serta rasanya yang renyah dan manis sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemarnya.
Untuk itu pada kesempatan kali ini amang mau mencoba belajar budidaya jambu biji kristal atau jambu biji mutiara ini di #kebunmangtolib,  semoga hasilnya nanti subur dan panen melimpah buahnya serta harganya bagus.
Berikut amang sampaikan beberapa videonya ya, silahkan menyimak.
Semoga menjadi bahan inspirasi dan penyemangat khususnya bagi amang dan umumnya bagi baraya semua.









Kamis, 17 September 2020

Ini buah apa ya namanya baraya.........? Katanya Buah "MAJAPAHIT"

Hai baraya buah ini katanya sering disebut dengan nama buah "MAJAPAHIT" (kaya nama kerajaan ya) bener gak tuh?
Kalau di kampung amang mah ini téh disebutnya buah "BERENUK", sekilas tampilannya mirip sama buah jeruk bali ya. Tapi hati-hati jangan dimakan ya katanya buah ini beracun lho, walau sudah ada beberapa yang mencoba dijadikan sebagai obat katanya, tapi kalau belum pasti jangan coba-coba untuk memakannya ya baraya.
Nah kalau di kampung baraya buah ini namanya apa ya...?




Berenuk
Habitus berenuk, Crescentia cujete
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
(tanpa takson):
Angiospermae
(tanpa takson):
Eudikotil
(tanpa takson):
Asteridae
Ordo:
Lamiales
Famili:
Bignoniaceae
Genus:

Crescentia
L.

Spesies:
C. cujete
Nama binomial
Crescentia cujete

Selasa, 21 April 2015

Tanam Menanam Pohon


Global warming atau pemanasan global adalah proses peningkatan suhu atmosfer, laut, dan daratan bumi yang kita pijak. Beberapa dampak dari pemanasan global diantaranya iklim tidak stabil, peningkatan permukaan laut, suhu meningkat, gangguan ekologis, dan pergeseran ekosistem.
Untuk mengatasi terus berlanjutnya dampak pemanasan global perlu melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mencegah semakin berubahnya iklim pada masa yang akan datang. Salah satu cara untuk mengantisipasinya adalah dengan cara menghilangkan karbon dioksida di udara. Karbon dioksida di udara (rumus kimia: CO2) atau zat asam arang adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon.
Bagaimana caranya menghilangkan atau mengurangi karbon dioksida di udara...?
Masih ingat fotosintesis...? Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan seperti karbohidrat yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun atau klorofil. Selain tumbuhan berkalori tinggi, makhluk hidup non-klorofil lain yang berfotosintesis adalah alga dan beberapa jenis bakteri. Organisme ini berfotosintesis dengan menggunakan zat hara, "karbon dioksida", dan air serta bantuan energi cahaya matahari.
Untuk itu dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi terutama pohon yang muda dan cepat pertumbuhannya dapat menyerap karbon dioksida di udara yang sangat banyak dengan cara memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya.
Yuuu...! mulai biasakan menanam pohon dimulai dari lingkungan sekitar kita, manfaatkan lahan kosong untuk ditanami pepohonan selain bermanfaat untuk lingkungan hidup juga bisa menjadi tabungan untuk masa depan.