Cari artikel lain

"Semoga artikel berikut dapat memberikan manfaat bagi Anda"
"Banyak cara untuk saling memberi kepada sesama"
"Mari saling berbagi, semoga damai selalu bersama kita. Amiin"

Jumat, 16 September 2011

Budidaya Timun atau Mentimun

Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasa dipanen ketika masih muda untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.


CARA BUDIDAYA TIMUN

1. Pembibitan
  • Siapkan pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu.
  • Siapkan tanah halus dan pupuk kandang (tanah : pupuk kandang = 7:3) dan masukkan polybag.
  • Rendam benih dalam air hangat selama 30 menit.
  • Peram selama 12 jam. Setiap benih yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.
  • Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari.
  • Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit dipindahkan ke kebun.

2. Pengolahan Media Tanam

  • Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan, lahan yang cocok adalah sawah berpengairan teknis, ketinggian tempat sekitar (0 – 1.000 m dpl). Musim yang tepat untuk mentimun pada musim kemarau (MK).
  • Berikan kalsit/dolomit (pH tanah <6 : 1-2 ton/ha)
  • Tanah dibajak/dicangkul 30-35cm sambil membalikkan tanah dan biarkan 2 minggu.
  • Olah kembali tanah sambil membuat bedengan lebar 120 cm, tinggi 30-40 cm dan jarak antar bedengan 30 cm.
  • Tambahkan pupuk kandang 20-30 ton/ha atau 0,5 kg pupuk kandang ke setiap lubang tanam 40 x 40 x 40 cm.
  • Pasang mulsa. Dan 1 minggu kemudian buat lubang tanam.
  • Taburkan pupuk kandang pada setiap lubang tanam (25-50 kg pupuk kandang matang untuk 1000 m2).
3. Pemeliharaan Tanaman
  • Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
  • Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.
  • Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
  • Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi lahan selama 15-30 menit. -Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.
4. Pengenalan & Pengendalian Hama dan Penyakit
Dalam budidaya mentimun pengamatan lapangan perlu dilakukan untuk mengetahui serangan Hama dan Penyakit yang muncul sejak dini.
Hama yang sering menyerang tanaman mentimun adalah :

  • Kutu daun yakni : Kutu Kebul (Bemisia tabaci), Thrip, dan Aphids
  • Ulat grayak / Spodoptera litura
  • Pengorok Daun / Liriomyza sp.
  • Mite / Tungau
  • Lalat Buah
  • Kumbang daun
Kutu daun
Kutu daun menyerang tanaman mentimun dengan gejala tanaman terlihat keriting dan menggulung sehingga
pertumbuhan tanaman tidak normal.

Ulat grayak (Spodoptera litura)

Ulat grayak menyerang daun dan buah mentimun yang masih muda pada stadium larva. Dan ulat tanah merusak
tanaman pada persemaian atau saat awal pindah tanam dengan memotong bagian bawah tanaman.

Pengorok Daun (Liriomyza sp.)

Pengorok daun biasa merusak daun dengan mengorok daun dan meninggalkan bekas korokan. Daun yang terserang akan terlihat kering sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman.

Mite/Tungau

Mite atau cambuk merah atau tungau menyerang tanaman hingga daun keriting berwarna kuning dan pada akhirnya kering. Mite atau cabuk merah atau tungau menyerang tanaman hingga daun keriting berwarna kuning dan pada akhirnya kering.

Lalat Buah
Lalat buah, menyerang buah muda maupun tua, sehingga buah busuk karena larva lalat tersebut memakan isi buah. Untuk tindakan pencegahan, lakukan pembungkusan buah dengan kertas koran, membersihkan lahan dari sampah dan memasang perangkap sexferomon.

Kumbang daun
Kumbang daun, menyerang dengan memakan daun bagian atas dan bawah sehingga daun tampak berlubang-lubang.

Penyakit utama yang biasa menyerang tanaman dan buah mentimun adalah :

  • Dumping off
  • Layu fusarium dan layu bakteri
  • Downey Mildew
  • Powdery Mildew
  • Busuk buah
  • Virus CMV
  • Gummy stem blight
Dumping off
Penyakit Dumping Off, disebabkan oleh jamur Phytium sp. Tanaman yang terserang, terdapat bercak coklat melingkar pada pangkal batang.

Layu fusarium dan layu bakteri
Tanaman mentimun yang terserang penyakit layu fusarium, tanaman layu mulai dari bagian bawah, daun dan batang layu kemudian mengering akhirnya mati. Jika terserang layu bakteri, tanaman akan layu secara mendadak dan mati. Untuk pencegahan layu bakteri, adalah dengan tidak menanam mentimun pada satu tempat secara terus-menerus serta gunakan benih mentimun yang tahan terhadap layu bakteri.

Downey Mildew
Penyakit Downy mildew menyerang tanaman dengan ditandai permukaan daun bercak kuning coklat dan bagian bawah daun terdapat spora.

Powdery mildewPenyakit Powdery mildew, tanaman yang terserang daun bagian bawah terdapat bercak putih dan berkembang ke permukaan atas daun sehingga daun terlapisi tepung putih.

Busuk buahPenyakit busuk buah, disebabkan oleh cendawan dan bakteri.

Virus CMVCMV atau Cucumber Mozaic Virus, disebabkan oleh virus yang dibawa oleh hama. Gejalanya adalah daun tanaman menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung dan tanaman kerdil.

Gummy stem blight
Gummy stem blight, penyakit ini muncul pada kondisi lingkungan yang panas dan lembab. Serangan terjadi pada bagian batang ruas bawah. Daun berbecak bundar dan melengkung kedalam, tanaman layu dan akhirnya mati dan muncul blendok atau gummy berwarna coklat pada batang yang pecah.

Untuk pencegahan serangan hama dan penyakit, gunakan benih mentimun yang tahan, dan telah diberi perlakuan pestisida. Dan untuk menanggulangi dan mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman biasakanlah menggunakan pupuk atau pestisida organik yang saat ini sudah banyak di jual di pasaran. Mulai dari sekarang cobalah untuk tidak menggunakan pupuk atau pestisida yang berbahan kimia, demi kesehatan pengkonsumsi dan keramahan lingkungan.

Panen dan Paska Panen
Penanganan panen dan paska panen yang tepat dan benar, dapat mempengaruhi kualitas buah dan harga jual. Panen pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 35 - 40 hari setalah tanam atau buah sudah mencapai ukuran maksimal atau sesuai dengan mentimun yang dibudidayakan. Pemanenan dilakukan dengan interval 2 - 4 hari sekali tergantung dengan varietas yang dibudidayakan. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Untuk menjaga kualitas hasil panen berikutnya, setelah panen pertama berikan pupuk susulan setiap tiga hari sekali. Bawa hasil panen ke tempat pengumpulan yang teduh dan sejuk, pisahkan antara buah yang baik dengan buah yang rusak, busuk dan abnormal. Sortasi buah berdasarkan ukuran besar kecil dan sesuai dengan permintaan pasar baik pasar tradisional, supermarket dan pasar internasional. Masukkan buah kedalam wadah dan diatur agar dapat mengurangi terjadinya kerusakan dalam pengangkutan. Buah mentimun siap didistribusikan kepada konsumen yang membutuhkan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Foto Saya

Baik Hati, Tidak Sombong, Berbakti pada Ibu/Bapak, Hormat pada Sesama, Suka Menolong, Rajin Menabung, dan Enteng Jodoh....Heeeee....