Cari di Blog Ini

"Semoga artikel berikut dapat memberikan manfaat bagi Anda"
"Banyak cara untuk saling memberi kepada sesama"
"Mari saling berbagi, semoga sukses dan sehat selalu serta dalam keberkahan. Amiin"

Selasa, 07 Februari 2012

Budidaya Pohon Karet

Deskripsi
Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Beberapa tumbuhan lain juga menghasilkan getah lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet, seperti anggota suku ara-araan
(misalnya beringin), sawo-sawoan (misalnya getah perca dan sawo manila), Euphorbiaceae lainnya, serta dandelion. Pada masa Perang Dunia II, sumber-sumber ini dipakai untuk mengisi kekosongan pasokan karet dari para. Sekarang, getah perca dipakai dalam kedokteran (guttapercha), sedangkan lateks sawo manila biasa dipakai untuk permen karet (chicle). Karet industri sekarang dapat diproduksi secara sintetis dan menjadi saingan dalam industri perkaretan. 

Syarat Tumbuh
Tanah
  • Tanah harus gembur
  • Kedalaman antara 1-2 meter
  • Tidak bercadas
  • PH tanah 3,5-7,0
  • Ketinggian tempat anatara 0-400 meter, paling baik pada ketinggian 0-200 meter, setiap kenaikan 200 meter matang sedap terlambat 6 bulan
Iklim 
  • Curah hujan minimum 1.500 mm pertahun, jumlah hari hujan 100-150 hari, curah hujan optimum 2.500-4.000 mm.
  • Hujan selain bermanfaat bagi pertumbuhan karet, ada hubungannya dengan pemungutan hasil, terutama jumlah hari hujan sering turun pada pagi hari
  • Unsur angin berpengaruh terhada
  • Kerusakan tanaman akibat angin kencang
  • Kelembaban sekitar tanaman
  • Produksi akan berkurang
Pengolahan Lahan
  • Penebangan dan pembakaran pohon yang ada pada lahan
  • Penyacaran lahan dari rumput yang ada
  • Pembajakan dengan traktor atau penggarpuan/pencangkulan dilakukan 3 kali, dengan tenggang waktu 1 bula, setelah pembajakan ke 3 lahan dibiarkan 2 minggu baru digaru
Pencegahan Erosi
  • Pembuatan teras, baik teras individu maupun teras bersambung di sesuaikan dengan kemiringan lahan
  • Pembuatan parit dan rorak, parit dibuat sejajar dengan lereng,saluran drainase memotong lereng dan rorak dibuat diantara barisan
  • Pengajiran, untuk menentukan letak tanaman dan meluruskan dalam barisan dengan cara sebagai berikut : - Tentukan arah Timur-Barat (TB) atau Utara-Selatan (US); - Ukur pada TB jarak 6 meter atau 7 meter dan 3 meter dari arah US
  • Penanaman penutup tanah, kegunaaanya : melindungi tanah dari sinar matahari langsung, erosi, menekan pertumbuhan gulma, dan sebagai media hidup cacing

Penanaman

  • Pembuatan lubang tanam dan pengajiran kedua
  • Jarak tanam untuk tanah ringan 45x45x30 cm, untuk tanah berat 60x60x40 cm
  • Lubang dibiarkan satu bulan atau lebih
  • Jenis penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema fubercens, penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15-20 Kg/Ha dengan perbandingan 1:5:4 antara Pueraria Javanoica:Colopoganium moconoides:cetrosema fubercens
  • Penanaman; bibit ditanam pada lubang tanah yang telah dsiberi tanda dan ditekan sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin
Pemeliharaan
Penyulaman
  • Bibit yang baru ditanam selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus
  • Tanaman yang mati segera diganti
  • Klon tanaman  untuk penyulaman harus sama
  • Penyulaman dilakukan sampai unsur 2 tahun
  • Penyulaman setelah itu dapat berkurang atau terlambat pertumbuhannya 
Pemotongan Tunas Palsu 
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter
 
Merangsang Percabangan
Bila tanaman 2-3 tahun dengan tinggi 3,5 meter belum mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara :
  • Pengeringan batang (ring out)
  • Pembungkusan pucuk daun (leaf felding)
  • Penanggalan (tapping)
Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selebar 10 cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk


Tumpangsari/Tanaman sela/Intercroping
Syarat-syarat pelaksanaan tumpangsari :
  • Topografi tanah maksimum 11 (8%)
  • Pengusahaan tanaman sela diantara umur tanaman karet 0-2 tahun
  • Jarak tanam karet sistem larikan 7x3 meter atu 6x4 meter
  • Tanaman sela harus di pupuk
  • Setelah tanaman sela dipanen segera diusahakan tanaman penutup tanah
Hama dan Penyakit
Hama
Hama adalah perusak tanamam yang berupa hewan seperti serangga, tungga, mamalia dan nematoda. Beberapa jenis yang cukup merugikan yaitu:
Kutu Lak (Laccifer)
Ciri-ciri :
  • Menyerang tanaman karet  dibawah 6 tahun.
  • Kutu berwarna jingga kemerahan dan terbungkus lapisan lak.
  • Mengeluarkan cairan madu, membuat jelaga hitam dan bercak pada tempat serangan.
  • Bagian yang diserang ranting dan daun lalu cairannya dihisap sehingga bagian tanaman yang terserang kering.
  • Penyebaran kutu lak dibantu semut gramang.
Pengendalian :
  • Lakukan pengawasan sedini mungkin.
  • Bila serangan ringan lakukan pengendalian secara mekanais, Fisik dan Biologis
  • Bila serangan berat, dengan Insektisida Albocinium 2% dan formalin 0,15% ditambah Surfaktan Citrowet 0,025%, penyemprotan interval 3 mg
Pscudococcus Citri
Ciri-ciri:
  • Stadia yang merusak adalah nympha dan imago berwarna kuning muda
  • Meyerang tanaman yang masih muda seperti ranting dan tangkai daun
Pengendalian :
  • Bila serangan berat bisa menggunakan Insektisida jenis metamidofos dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 0,05%-0,1%
  • Interval penyemprotan 1-2 mg
Penyakit
Penyakit adalah gangguan yang terus menerus pada tanaman yang disebabakan oleh patogen, virus, bakteri dan jasad renix lain. Beberapa jenis yang cukup merugikan antara lain: 

Embun Tepung
Penyebab : Cendawan Oidium heveae
Gejala : Menyerang daun muda lalu  berbintik putih dan merangas; Umumnya menyerang setelah musim gugur daun
Pengendalian : - Secara mekanis dengan menanam klon yang sesuai, pemeliharaan yang intensif,  penyelarasan beban sadapan; - Secara kimiawi dengan belerang circus dosis 3-5 Kg/Ha interval 3-5 hari

Daun Colletotrichum
Penyebab : Colletotrichum gloeosporioides 
Gejala : - Daun muda cacat dan gugur, pucuk gundul, daun bercak coklat, ditengah  bercak berwarna putih; - bintik hitam (spora)
Pengendalian : Dengan Fungisida

Kanker Garis
Penyebab : Phytophthora palmivora butl
Gejala : - Bidang sadapan terdapat garis vertikal berwarna hitam dan bisa masuk  sampai kebagian kayu dan kulit membusuk; - Banyak timbul dimusim  penghujan dan kebun yang terlampau lembab; - Makin rendah irisan, kemungkinan infeksi makin besar
Pengendalian : - Secara mekanis penjarangan pemangkasan pelindung, penanaman penutup tanah; -Secara Kimiawi dengan Fungisida (B.a. Kaptofol)

Jamur Upas
Penyebab : Cortisium salmonicolor
Gejala : Tajuk pada dahan/cabang akan layu sehingga tanaman lemah dan produksi turun
Pengendalian : - Secara kimiawi luka akibat serangan dilumas dengan fungisida bahan aktif tridermof  (Calizin Rm 2%)

Bidang Sadapan
Penyebab : Ceratocystis Fimbriata
Gejala : Menerang kulit bidang sadapan yaitu timbul selaput benang berwarna putih kelabu, lalu penyebaran melalui spora  spora dan pisau sadap
Pengendalian : - Secara mekanis dengan mengurangi kelembaban; - Secara kimiawi dengan Fungisida bahan aktif  benomil dan Kaptofol

Cendawan Akar putih
Penyebab : Cendawan Fomes Lignosus
Gejala : - Daun kusam, menguning, layu dan akhirnya gugur; - Tanaman bila dibongkar pada akar terdapat cendawan berwarna putih kekuningan  
Pengendalian : - Secara mekanis saat pembukaan lahan tunggul dan akar harus dibongkar, penanaman 1-2 tahun setelah pembongkaran, tanaman sakit dibongkar lalu dibakar; - Secara kimiawi akar yang terserang dipotong lalu diolesi fungisida

Panen
Tanda-tanda kebun mulai disadap :
Umur rata-rata 6 tahun atau 55% dari areal 1 hektar sudah mencapai lingkjar batang 45 Cm sampai dengan 50 Cm. Disadap berselang 1 hari atau 2 hari setengah lingkar batang, denga sistem sadapan/rumus S2-D2 atau S2-D3
Pengolahan lateks sebagai berikut :
  • Standar karet kebun diturunkan dari rata-rata 32% menjadi 16% dengan jalan memberi air yang bening atau yang bersih
  • Kemudian dicampur dengancuka/setiap 1 Kg karet kering 350 s/d 375 Cc larutan 1% cuka
  • Dibiarkan sampai beku
  • Kemudian digiling dalam gilingan polos dan kembang, kemudian direndam rata-rata 60 menit
  • Disadap selama 1 minggu
  • Kemudian dihasilkan dalam bentuk RSS I, II, III dan IV of sheet

0 komentar :

Posting Komentar